Wednesday, December 27, 2017

Dua keajaiban

Saya ingin berbagi dua cerita lama dan melihat bagaimana Anda akan memilih 

"Cerita Pertama" 
Sebuah Perusahaan memiliki tradisi mengadakan pesta setiap malam pergantian Tahun (Old & New) dan mengadakan Undian berhadiah.

Aturan Undian, setiap Karyawan menyetor 10 Dolar sebagai dana, hingga dari 300 Karyawan terkumpulah Tiga Ribu Dolar. Yang beruntung akan mendapat semua uang yang terkumpul.

Pada hari Undian, kantor dipenuhi suasana yang semarak; semua orang menuliskan namanya dikertas dan memasukkannya ke dalam Kotak Undian ... 

Seorang pemuda ragu-ragu untuk menuliskan namanya. menurutnya, orang yang paling pantas mendapatkan Hadiah Undian tersebut adalah seorang ibu pembersih di perusahaan tersebut, yang anaknya baru-baru ini didiagnosa mengalami bocor Jantung,  tapi dia tidak punya uang untuk membayar biaya operasinya ... 

Meski mengetahui bahwa hanya ada 1/300 kemungkinan nama yang ditulisnya terpilih, pria itu menulis nama ibu pembersih itu pada  kertasnya ...

Ketika saat yang menegangkan akan tiba, kertas-kertas di Kotak Undian diaduk-aduk dan kotaknya dikocok-kocok. Pria ini terus berdo'a dalam hatinya : 'Saya berharap nama ibu ini yang terpilih' 
Boss perusahaan dengan perlahan-lahan mengambil sebuah gulungan, membukanya dan dengan suara yang lantang mengumumkan nama yang tertulis di kertas itu ... 
Nama si ibu pembersih !
Kontan seisi ruangan Kantor itupun meledak dengan sorak sorai, ibu tersebut dengan cepat maju untuk menerima Hadiah Undian tersebut sambil menangis : " Saya sangat  beruntung ! Saya sangat  beruntung ! Dengan uang ini, anakku punya harapan! '' 

Pesta dimulai, pria itu memikirkan "Keajaiban ini", sambil berjalan ke Kotak Undian di depan. Diambil dan dibukanya sebuah gulungan kertas; dia lihat tulisan di atas kertas itu adalah nama si ibu pembersih Kantor! Pria ini sangat terkejut, lalu dia ambil dan buka lagi beberapa gulungan, ternyata meskipun tulisan tangannya berbeda-beda, namun nama yang tertulis semuanya sama, yaitu nama ibu pembersih Kantor tersebut!  Mata pria ini pun berlinang air mata, disadarinya bahwa di Dunia ini memang benar memiliki KEAJAIBAN, namun keajaiban itu bukan jatuh dari Langit, melainkan KITA JUGALAH  YANG HARUS MENCIPTAKANNYA...

"Cerita kedua"

Suatu Siang, ketika sedang berjalan-jalan dengan seorang teman di pinggiran Kota, kami melihat seorang pria tua dengan pakaian yang kumal berusaha menawarkan sayuran, namun sayuran-sayuran itu tampaknya seperti daun-daun yang mulai mengering, warnanya kekuning-kuningan dan berlubang-lubang bekas gigitan serangga. Teman saya,  tanpa mengatakan apapun, membeli tiga ikat sayuran sekaligus . Orang tua itu dengan sangat menyesal  menjelaskan : "Sayuran ini adalah tanaman saya sendiri, hujan tidak turun beberapa waktu yang lalu hingga sayurannya mulai menguning, saya sangat menyesal"

Setelah kami berlalu, saya tanya teman saya : ''Apa kamu akan memakan sayuran ini dirumah?”

Teman saya berkata, “Tidak, sayuran ini tidak bisa di makan lagi ... “

Lantas kenapa kamu beli ??? 

Karena sayuran itu tidak akan dibeli oleh siapa pun juga.  Jika saya tidak membelinya,  orang tua itu mungkin tidak akan mendapat penghasilan apapun hari ini. 

Sangat terkesan dengan kebaikan hati teman ini, sayapun kembali ketempat orang tua itu dan membeli sisa sayurannya yang masih ada. Orang tua itu berkata dengan  gembira,  "Saya menjual semua sayuran saya sampai tak bersisa hari ini ... ' Terima kasih atas pembelian Anda ... "

Walaupun sayur yang dibeli tidak bisa untuk dimakan, saya memetik satu pelajaran yang berharga .
. . . . . . . . . . . . . . . . . 
Ketika sedang berada di titik terendah dalam hidup ini, kita menginginkan sebuah KARUNIA, sebuah Keajaiban atas diri kita.
Namun ketika kita MAMPU,  apakah kita bersedia menjadi siPEMBUAT KARUNIA KEAJAIBAN ITU?

Anda telah selesai membaca artikel ini. Anda memiliki dua pilihan :

1) Abaikan sama sekali, anggap Anda tidak pernah membaca artikel ini ... 

2)Teruskan ke Group, sosmed, dan teman Anda, dengan demikian kita telah bantu menyalurkan berkat bagi orang yang sedang sangat membutuhkannya... 

Saya pilih untuk meneruskan,  Anda juga bukan ?πŸ‘Œ

Wednesday, November 15, 2017

MENEMBUS BATAS


Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan memberikan training di Bandung. 

Karena acara dimulai jam 13.00 maka saya berangkat dari Jakarta pukul 9.00. Ketika mulai memasuki tol ke arah Sadang, di belakang saya ada sebuah mobil Lexus berwarna hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi. 
Tetapi yang saya suka walaupun ia melaju dengan kecepatan tinggi, ia tidak memaksakan kehendak. 

Jika mobil di depannya tidak mau memberi jalan, maka ia yang mengalah dengan mengambil jalan ke kiri dahulu baru kemudian balik lagi ke jalur kanan.

Supaya tidak ngantuk karena saya menyetir sendirian dan tertarik dengan cara menyetir si mobil hitam ini, iseng-iseng saya membuntuti mobil tersebut dari belakang. Saya ikuti cara ia menyetir, termasuk kecepatannya. Ketika tidak ada mobil lain di tol, kecuali mobil tersebut dan mobil saya, mobil hitam tersebut menambah kecepatannya. Karena sedang membututi, tanpa sadar saya ikut menambah kecepatan mobil saya.

Ketika saya melihat panel kecepatan, menunjukkan angka 140 km/jam. Padahal selama ini, kecepatan tercepat yang pernah saya tempuh adalah 110 km/jam, saya tidak berani melaju diatas itu. Tapi dengan adanya mobil yang saya ikuti, saya bisa tembus rekor kecepatan mobil saya. Sesuatu yang sulit saya lakukan jika tidak ada sparringnya.

Karena saya berhenti di suatu tempat, saya kehilangan mobil hitam tersebut. Ketika saya mulai memacu kendaraan lagi, saya coba untuk berlari 140 km/jam lagi.  Loh,  Saya berhasil mencapai kecepatan tersebut tetapi tidak berani terlalu lama karena belum terbiasa. Ketika kemudian ada mobil lain lagi yang melaju dengan kecepatan tinggi dan saya buntuti, saya bisa masuk lagi ke 140 km/jam dengan durasi yang cukup lama.

Sama seperti kehidupan ini, seringkali kita merasa sudah maksimal melakukan sesuatu. Kita merasa tidak mungkin lagi melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Namun kalau kita mempunyai sparring partner yang lebih hebat dari kita, entah itu seorang atasan, seorang coach, seorang mentor, role model atau apapun, maka kita bisa terpacu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Namun jika kita belum matang belajar dari sparring partner kita dan mencoba untuk mandiri, mungkin agak sulit bagi kita untuk terus berada di kondisi sama seperti ketika ada sparring partner. Nantinya jika kita sudah mempunyai pola dan terbiasa, barulah kita mulai bisa mandiri.

Robert Kiyosaki mengatakan bahwa PENGHASILAN SESEORANG ditentukan 5 ORANG TERDEKATNYA. Ilustrasi saya mengenai kecepatan mobil bisa menjelaskan pernyataan dari Robert Kiyosaki  tersebut. 

Jika orang-orang di dekat kita hanya biasa-biasa saja, maka sulit bagi kita untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Namun kalau kita biasa tetapi di sekelilingnya luar biasa, maka kita akan terpacu untuk juga menjadi luar biasa.

Apakah ada penjelasannya secara Science ???

Ternyata ada. Di dalam otak manusia ada sekumpulan sel syaraf yang disebut Mirror Neuron, yang bertugas meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. 

Jika di sekelilingnya orang hebat atau luar biasa, maka Mirror Neuron kita akan meniru mereka sehingga menjadikan kita juga hebat dan luar biasa. Kalau sebaliknya, maka Mirror Neuron-pun juga akan meniru yang sebaliknya.

Apalagi Kalau ngumpul-ngumpul dengan orang sempit pikir,  pemuja logika... Sedikit banyak kita ter-ikut juga cara pikir mereka.. 

– Siapa MOBIL HITAM yang akan anda ikuti agar bisa menembus kecepatan anda selama ini ???

– Siapa ORANG HEBAT dan LUAR BIASA yang akan anda ikuti agar bisa menembus batas yang selama ini membatasi hidup anda ???

TEMUKAN ORANG TERSEBUT, Ikuti dan Pelajari bagaimana ia memandang dirinya, bagaimana keyakinan dan nilai-nilai kehidupan yang ia pegang, bagaimana ia membangun kapabilitasnya, bagaimana tingkah lakunya, maka anda akan mendobrak batas yang selama ini membatasi hidup anda !!!  

Cari komunitas yang bisa saling memberikan kontribusi dan memotivasi agar kita bisa selalu  berbuat yang terbaik. Jangan lupa,  Karena mereka dalam komunitas tinggi,  Biasanya logika dan spiritual akan bergandengan. 

Pengalaman yang sangat bisa  di buktikan dan dilakukan oleh kita.

Temukan teman "diatas rata-rata" dan teruslah maju.....
Selalu berusaha menembus batas yang kita kuasai...

Copas WAG

Tuesday, November 14, 2017

JANGAN BERHENTI DI TENGAH BADAI

Seorang Anak mengemudikan mobilnya bersama ibunya.

Setelah beberapa puluh kilometer, Tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.

“BAGAIMANA, Bu? Kita berhenti?”, 

Si Anak bertanya.

“Teruslah.. !”, kata Ibu
Anaknya TETAP menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun.

Beberapa pohon bertumbangan, Bahkan ada yang diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan . Terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi & berhenti.

“Bu....?"

“TERUSLAH mengemudi!” kata Ibu sambil terus melihat ke depan. Anaknya TETAP mengemudi dengan bersusah payah.

Hujan lebat menghalangi pandangan HANYA berjarak bebarapa meter saja.

Si Anak mulai takut. NAMUN... tetap mengemudi WALAUPUN sangat perlahan.

Setelah melewati beberapa kilo ke depan, dirasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang.

 SETELAH beberapa kilometer lagi, SAMPAILAH mereka pada daerah yang kering & matahari bersinar.

“SILAKAN berhenti & keluarlah”, kata Ibu
“KENAPA sekarang?”, tanya-nya .
“Agar kau BISA MELIHAT seandainya berhenti di tengah badai”.

Sang Anak berhenti & keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Dia MEMBAYANGKAN orang-orang yang terjebak di sana. 

Dia BARU mengerti bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah badai KARENA akan terjebak dalam ketidak pastian.

JIKA kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, TERUSLAH berjalan, JANGAN berhenti, & putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan.

LAKUKAN saja Apa yang dapat kita lakukan, & yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU
KITA tidak kan pernah berhenti tetapi maju terus,

 Karena kita yakin bahwa di depan sana Kepastian dan Kesuksesan ada untuk kita...

HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS!!! 

BUTUH batu kerikil supaya kita BERHATI-HATI..

BUTUH semak berduri supaya kita WASPADA..

BUTUH Pesimpangan supaya kita BIJAKSANA dalam MEMILIH..

BUTUH Petunjuk jalan supaya kita punya HARAPAN tentang arah masa depan..

Hidup Butuh MASALAH supaya kita tahu kita punya KEKUATAN..

BUTUH Pengorbanan supaya kita tahu cara KERJA CERDAS..

BUTUH airmata supaya kita tahu MERENDAHKAN HATI

BUTUH dicela supaya kita tahu bagaimana cara MENGHARGAI..

BUTUH tertawa  dan senyum supaya kita tahu MENGUCAPKAN SYUKUR..

BUTUH Orang lain supaya kita tahu kita TAK SENDIRI..

Jangan selesaikan MASALAH dengan mengeluh, berkeluh kesah, dan marah", Selesaikan saja dgn sabar, bersyukur, dan jangan lupa TERSENYUM.

Teruslah MELANGKAH walau mendapat RINTANGAN, Jangan takut..
Saat tidak ada lagi tembok untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud.

Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yang tidak terlihat, namun dapat  dirasakan hingga jauh kedalam relung hati. 

Jangan menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yang tersisa.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk Kebutuhan Hidup.
Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk Gaya Hidup.

Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar, juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah. 

Hidup ini terlalu singkat, lepaskan mereka yg menyakitimu, sayangi mereka yang peduli padamu.

 SEMOGA BERMANFAAT.

Monday, November 6, 2017

Kupu-kupu

Kalau ingin memelihara kupu-kupu,
Jangan tangkap kupu-kupunya, pasti ia akan terbang.

​Tetapi tanamlah bunga​

🌺🌷🌺🌷

Maka kupu-kupu

 πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹

akan datang sendiri

dan membentangkan sayap-sayapnya,

yang indah,
bahkan bukan hanya kupu-kupu yang datang,

tetapi kawanan yang lain juga datang,

lebah,.....
capung....
dan lainnya,
juga akan datang

​menambah warna warni dari keindahan​

Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini...

​Ketika kita ingin​

​kebahagiaan​
​dan keberuntungan​


Tanam saja

kebaikan demi kebaikan,  kebajikan demi kebajikan,

Maka kebahagiaan dan keberuntungan akan datang berlimpah

​bukan hanya satu, tetapi seribu​

​Oleh karena itu, selagi kita masih diberi hidup,​

​mari kita membangun taman-taman bunga kita,  bunga kebaikan dan kebajikan​

​Selamat pagi..
Selamat beraktifitas..
Semoga semua Mahluk berbahagia
πŸ™πŸ™πŸ™

Thursday, October 26, 2017

IKHLAS



Sesuatu yang sulit namun harus dipelajari dalam hidup ini adalah IKHLAS.

Ikhlas itu…
Ketika nasehat, kritik, bahkan fitnah, tidak mengendorkan niat baikmu dan tidak membuatmu kehilangan semangat.

Ikhlas itu… 
Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesal dan tenggelam dalam kesedihan.

Ikhlas itu… 
Ketika perbuatan baikmu disambut dengan berbagai prasangka buruk, namun tak membuatmu mengeluh dan putus asa.

Ikhlas itu…
Ketika dipuji atau dihina tidak sakit hati.

Ikhlas itu...
Ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

Ikhlas itu… 
Ketika posisimu di atas, tak membuatmu angkuh, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.

Ikhlas itu… 
Ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah.

Ikhlas itu… 
Ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya.
Ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

Ikhlas itu… 
Ketika kamu bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar, dan ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta dan data.

Ikhlas itu...
Ketika kamu senantiasa beramal tanpa pernah menyebut keikhasanmu. Ikhlas tak terucap, tak terlihat, tak tergambarkan, namun hanya terasa didalam hati.

AYO BAHAGIA



Jangan Pernah Menyalahkan Rencana Tuhan


Ada seorang tukang tahu...

Setiap hari ia menjual dagangannya kepasar. Untuk sampai kepasar, ia harus naik angkot langganannya. Kemudian untuk sampai kejalan raya, ia harus melewati pematang sawah.

Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.

Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari.

Dagangannya selalu laris manis...

Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba-tiba ia terpeleset kedalam sawah. Semua dagangannya jatuh berserakan, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung.

Tukang tahu itu mengeluh kepada Tuhan, bahkan "Menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.

Akhirnya ia pun pulang dan tidak jadi berdagang.

Tapi dua jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yang setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Hanya dirinya satu-satunya calon penumpang yang selamat.

"Akibat" tahu jualannya jatuh kesawah, sehingga ia tidak jadi berdagang dan membawa pulang tahu-tahunya yang sudah remuk tadi.

Sorenya ada seorang peternak bebek mencarinya dan hendak membeli tahu untuk makanan bebek namun anehnya peternak bebek itu hanya mencari tahu yang hancur karena untuk digunakan sebagai campuran makanan bebek  saja.

Spontan bapak itu menangis bahagia sebab tahunya yang rusak tadi dibeli semua oleh peternak bebek tersebut.

Lalu hikmah apa yang dapat kita petik dari cerita ini???

Doa tidak harus dikabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang diganti oleh Tuhan dengan sesuatu yg jauh lebih baik daripada yg diminta.

Mengenai kebutuhan kita, Tuhanlah yang Maha Tahu dibandingkan diri kita sendiri. Sebab itu janganlah jemu berdoa dan jangan terlalu sering menggerutu terlebih mengutuk!

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Tuhan mengetahui, sedang manusia tidak mengetahui".

Maka ingatlah...

"Jika Tuhan menjawab doamu, Ia sedang menambahkan imanmu. Jika Ia menundanya, Ia sedang menambahkan kesabaranmu. Jika Ia tidak menjawab doamu, Ia sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu".

Tetap semangat bagi mereka yang sedang menanti panggilan kerja dan mencari pekerjaan.
Tetap bersabar bagi mereka yang sedang mencari kebahagiaan melalui "Jodoh" sebagai pendamping hidupnya.
Tetap tabah bagi mereka yang sedang mengalami penyakit yang seakan sukar untuk disembuhkan.

Sekali lagi, berdoa dan bersemangatlah ketika kita siap melangkah dalam menjalani kehidupan...

TETAPLAH BAHAGIA APAPUN KEADAAN KITA....

SURAT KECIL DARI TUHAN



Kepada  :  KAMU
Tanggal :  HARI INI 
Dari        :  TUHAN 
Perihal   :  DIRIMU 

Ini AKU, 
AKU yang akan menangani semua masalahmu.. 

Dan ingat, 
Bila dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri, Jangan berusaha menyelesaikan masalah itu. 
Tetapi, serahkanlah masalahmu itu kepadaKu. 
AKU akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yang AKU tentukan sendiri. 

Semua masalahmu PASTI akan AKU selesaikan, tetapi sesuai jadwalKu, bukan jadwalmu. 

Setelah semua masalahmu kamu serahkan kepadaKu, Janganlah kamu pikirkan dan khawatirkan. 
Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal-hal BAIK yang sedang terjadi padamu sekarang.

Bila kamu terjebak kemacetan di jalan, Janganlah marah, sebab masih banyak orang di dunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya.

Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja, Berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun-tahun tanpa pekerjaan.

Bila kamu sedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang-orang
yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai.

Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang-orang
yang harus lembur siang malam tanpa libur utk menghidupi keluarga dan anak-anaknya.

Bila kendaraanmu mogok dan mengharuskan kamu berjalan kaki, Janganlah marah, Pikirkanlah
orang-orang cacat yang sangat ingin merasakan berjalan di atas kaki sendiri.

Bila kamu melihat di cermin rambutmu mulai beruban, Janganlah bersedih, sebab mempunyai rambut hanyalah merupakan impian bagi orang-orang yang dalam perawatan Kemoterapi.

Bila kamu merenungi makna hidupmu di dunia ini & merenungi apa tujuan hidup mu ini.....

Bersyukurlah... 
karena banyak orang yang tidak punya kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka. 

Kamu telah menyentuh kehidupan mereka dalam banyak hal yang tidak pernah kamu bayangkan.

APAPUN KEADAAN KITA BELAJARLAH MENGUCAP SYUKUR, KARENA TIDAK ADA ALASAN UNTUK KITA TIDAK BERSYUKUR BUKTINYA KALAU SAMPAI SAAT INI KITA ADA ITU KARENA KEBAIKAN TUHAN, 

Tuesday, October 24, 2017

BAGAIMANA MENJUAL SISIR KEPADA ORANG YANG BOTAK



Sebuah perusahaan membuat tes terhadap tiga calon staf penjual barunya. Tesnya unik, yaitu: Menjual sisir di komplek Biara Shaolin!. Tentu saja, ini cukup unik karena para biksu di sana semuanya gundul dan tak butuh sisir. 

Kesulitan ini juga yang membuat calon pertama hanya mampu menjual satu sisir. Itupun karena belas kasihan seorang biksu yang iba melihatnya. 

Tapi, tidak dengΞ±n calon kedua. Ia berhasil menjual 10 sisir, ia tidak menawarkan kepada para biksu, tetapi kepada para turis yang ada di komplek itu, mengingat angin di sana memang besar sehingga sering membuat rambut jadi awut-awutan.

Lalu bagaimana dengan calon ketiga? Ia berhasil menjual 500 sisir..!! 

Caranya? Ia menemui kepala biara. Ia lalu meyakinkan jika sisir ini bisa jadi souvenir bagus untuk komplek biara tersebut. Kepala biara bisa membubuhkan tanda tangan di atas sisir-sisir tersebut dan menjadikannya souvenir para turis. Sang kepala biara pun setuju.

Sahabatku yang baik…
Apa yang sering kita anggap sebagai penghambat terbesar dlm usaha atau karier?
Bukankah kita sering kali menyalahkan keadaan? 
Dan inilah yang membuat calon pertama gagal.
Sementara calon kedua, sudah berpikir lebih maju.
Namun ia masih terpaku pada fungsi sisir yang hanya sebagai alat merapikan rambut. 

Tapi calon ketiga sudah berani berfikir di luar kotak ( THINKING OUT OF THE BOX ), berfikir diluar kelaziman. Dia bukan hanya berani berpikir bahwa sisir bukan hanya alat merapikan rambut, melainkan bisa menjadi souvenir.

Kita tidak bisa mengatur situasi seperti yang kita kehendaki.
Tapi, kita bisa mengerahkan segenap potensi kita untuk mencari solusi.

“Segenap potensi” bukan hanya terbatas otot atau kerja keras, tapi juga pikiran, ilmu, intuisi dan kerja cerdas. 
Pendek kata, kreatifitas akal, ketekunan dan kesabaran .
Itulah potensi dalam diri kita yang dapat dipergunakan…

Sunday, October 22, 2017

LALAT DAN LEBAH



Mengapa Lebah cepat menemukan Bunga?
Dan
Mengapa Lalat cepat menemukan Kotoran?

Mata Lebah dibuat hanya untuk menemukan Bunga,
Mata Lalat dibuat khusus untuk menemukan Kotoran.

MENGAPA ???

Di dalam pikiran Lebah hanyalah Madu & Madu saja, tidak ada yg lain.
Sedangkan di dalam pikiran Lalat hanyalah Kotoran & Kotoran saja, tidak ada yg lain.

Maka, susah bagi lebah untuk menemukan kotoran, tapi mudah & cepat bagi lebah untuk menemukan bunga di manapun.
Sebaliknya, susah bagi lalat untuk menemukan bunga, tapi mudah dan cepat bagi lalat untuk menemukan kotoran di manapun.

Apa hasil akhirnya?

Lebah kaya akan madu yg sangat bermanfaat, sedangkan lalat kaya akan kuman penyakit.

Apa hikmah yang bisa kita ambil dari 2 makhluk ciptaan Tuhan ini ? 

Ternyata apa yang kita pikirkan akan menghasilkan apa yang kita liat dan apa yang kita lihat akan menghasilkan apa yang kita peroleh.

Hidup kita sangat tergantung pada Hati & Pikiran kita.

Kalo Hati & Pikiran selalu Negatif, Sudah pasti apa saja yang kita lihat akan selalu menjadi Negatif & hasil akhirnya adalah sebuah kehidupan negatif yang penuh permasalahan.

Kalo Hati & Pikiran selalu Positif, pasti  apa saja yang kita liat akan selalu menjadi Positif & hasil akhirnya adalah kehidupan positif yang penuh kebahagiaan.

Pilihan ada ditangan kita sendiri....

"Perkataan yang menyenangkan adalah ibarat seperti sarang madu, manis dan memberi manfaat untuk alam semesta ....

Semoga bermanfaat, dan kita semua adalah orang-orang yang menghasilkan 'madu' yang memberi manfaat untuk orang banyak .....

Wednesday, October 18, 2017

Gadis Kecil ini Diadopsi Pria kaya, 30 Tahun Kemudian Terbongkar Rahasia Besar, Anak Itu . . .



30 tahun yang lalu, seorang istri pengusaha di Washington tak sengaja kehilangan tasnya di dalam rumah sakit di malam musim dingin.

Sang pengusaha tampak sangat gelisah, lalu berusaha mencarinya pada malam itu juga.

Karena di dalam tasnya tidak hanya berisi 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp. 1.3 miliar, tapi juga ada informasi pasar yang sangat rahasia.

Ketika Anderson, si pengusaha tersebut, tiba di rumah sakit, dia melihat seorang bocah perempuan kurus sedang berjongkok.

Bocah itu tampak menggigil di sudut koridor rumah sakit yang sunyi sambil mendekap sebuah tas.

Si pengusaha langsung mengenali itu adalah tas isterinya yang jatuh.

Ternyata bocah bernama Seada ini, ke rumah sakit menemani ibunya yang sakit keras.

Ibu dan anak yang miskin ini, telah menjual semua barang-barang yang bisa dijual.

Uang yang terkumpul juga hanya cukup untuk biaya pengobatan semalam.

Apabila tidak ada uang, maka besok akan didepak dari rumah sakit.

Malam itu, Seada yang tak berdaya mondar-mandir di koridor rumah sakit.

Dia menatap ke atas dan memohon kepadaNya, bertemu dengan seseorang yang baik hati untuk menyelamatkan ibunya.

Tiba-tiba, tas yang terselip di bawah ketiak seorang wanita yang turun terburu-buru dari loteng jatuh tanpa disadarinya ketika melewati koridor rumah sakit.

Mungkin ia merasa masih ada sesuatu di bawah ketiaknya, sampai-sampai tidak sadar tasnya jatuh.

Saat itu hanya ada Seada sendiri di koridor.

Dia berjalan mengambil tas itu, kemudian bergegas berlari ke pintu.

Sayangnya wanita itu telah naik ke sebuah mobil dan berlalu dari hadapannya.

Seada kembali ke kamar pasien tempat ibunya dirawat.

Ketika dia membuka tas itu, ibu dan anak ini pun tercengang melihat tumpukan uang tunai di dalamnya.

Detik itu juga, terlintas dalam benak mereka kalau uang itu mungkin bisa digunakan untuk menyembuhkan sakit ibunya.

Namun, ibu Seada menyuruh putrinya mengembalikan tas itu ke koridor, menunggu pemiliknya datang mengambilnya.

Orang yang kehilangan uang itu pasti sangat cemas.

“Seyogianya yang harus kita lakukan dalam hidup ini adalah membantu orang lain, kita juga seyogianya ikut cemas dengan apa yang dicemaskan orang lain, dan hal yang paling tidak patut kita lakukan adalah serakah dengan harta yang tak jelas asal usulnya,” kata ibu Seada.

Anderson pun mendapatkan kembali tasnya. Dia terharu dengan perilaku bocah itu.


Anderson berupaya membantu perawatan ibu bocah itu.

Sayangnya meskipun Anderson sudah berusaha semaksimal mungkin, ibu Seada tak terselamatkan.

Dia meninggalkan anak perempuannya menjadi sebatang kara di dunia.

Anderson kemudian mengadopsi Seada, merawat dan menyekolahkannya.

Setelah mendapatkan tasnya, Anderson bukan saja mendapatkan kembali 100.000 dollar AS miliknya, tapi yang terpenting adalah informasi pasar yang hilang itu akhirnya didapatkan kembali.


Itu membuat bisnis pengusaha itu seketika melonjak dan menjadi milyuner.

Seada yang telah diadopsi oleh Anderson sejak ibunya meninggal ketika itu, telah menamatkan kuliahnya dan membantu bisnis sang milyuner.

Meski Anderson belum memberikan tugas sebenarnya, namun dalam praktik jangka panjangnya, kecerdasan dan pengalaman Anderson telah memengaruhi Seada secara tidak langsung.

Hal itu menjadikan Seada sebagai sosok orang yang matang.

Saat memasuki usia senjanya, Anderson selalu meminta pendapat Seada mengenai pandangannya.

Detik-detik menjelang masa kritisnya, Anderson meninggalkan sebuah surat wasiat yang mengejutkan. Begini bunyi surat itu.

“Saya sudah kaya sebelum mengenal ibu Seada. Namun, ketika saya berdiri di depan ibu dan anak yang miskin dan sedang sakit yang tidak tergoda dengan setumpuk uang yang dipungutnya itu, apalagi saat itu mereka sedang membutuhkan uang, saya merasa mereka bahkan jauh lebih kaya dari saya, karena mereka memegang teguh prinsip hidup yang mulia. Itu adalah prinsip yang sangat minim dimiliki pengusaha.”

“Harta yang saya dapatkan semuanya ini hampir berasal dari berbagai trik dan intrik. Adalah mereka yang membuat saya sadar bahwa modal hidup terbesar dalam hidup seseorang adalah perilaku.”

“Saya mengadopsi Seada bukan untuk balas budi, juga bukan karena simpati. Tapi saya mengundang sesosok tauladan. Dengan adanya dia di sisi saya, saya bisa mengingat hal mana yang pantas atau tidak dilakukan dalam bisnis. Inilah alasan pokok saya belakangan yang membuat usaha saya terus berkembang makmur, dan saya menjadi milyner.

Setelah kematian saya, seluruh harta dan aset saya wariskan pada Seada sebagai penerusnya. Ini bukan hadiah, tapi demi agar usaha saya bisa lebih gemilang, saya yakin putra saya yang pintar bisa mengerti dengan pertimbangan matang saya selaku ayahnya.”

Ketika putra Anderson pulang dari luar negeri, dia membaca dengan seksama surat wasiat ayahnya.

Dia segera tanpa ragu sedikit pun menandatangani persetujuan tentang surat warisan terkait harta termaksud.


“Saya setuju Seada mewarisi seluruh aset ayah saya. Saya hanya meminta Seada menjadi isteri saya,” katanya.

Melihat putra Anderson menandatangani surat persetujuan warisan tersebut, Seada merenung sejenak, lalu membubuhkan tandatangan.

“Saya terima seluruh harta maupun aset dari Anderson – Termasuk putranya.”

Sekarang, apakah anda telah menyadari dengan dalil sederhana di atas?

Jika Anda bersikap dingin pada orang lain, maka orang lain juga akan bersikap seperti itu.

Jika Anda sering mengkritik orang lain, Anda juga akan mendapatkan banyak kritik.

Jika Anda selalu memasang muka cemberut, orang lain juga akan membalasnya seperti itu.

Semua yang Anda berikan, akan kembali kepada Anda.

Selama Anda selalu bersikap baik, Anda telah menang, singkatnya seperti yang dikatakan penyair, “Apabila anda membenci atau berpilaku buruk/jahat pada orang lain, maka dengan sendirinya anda juga akan mendapatkan balasan yang sama bahkan mungkin lebih dari itu.”

Sama seperti pribahasa yang berbunyi, “Apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai.”

Segala sesuatu yang anda lakukan pada orang lain itulah yang Anda lakukan pada diri anda sendiri.

Jadi jika Anda ingin mendapatkan sesuatu, maka anda harus membiarkan orang lain mendapatkannya dulu.

Jika Anda ingin berteman dengan seorang teman yang tulus, Anda harus bersikap/berteman tulus dulu padanya.

Jika anda ingin bahagia, maka bawalah sukacita pada orang lain.

Hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk diri sendiri adalah berbuat lebih banyak sesuatu yang baik untuk orang lain.

Sering kali, saat kita membantu orang lain, tidak berarti kita akan kehilangan.

Tetapi justeru karena anda telah membantu orang lain, sehingga dengan demikian akan mendapatkan persahabatan dan teman.

Membantu orang lain sama dengan memberi sebuah jalan pada kita sendiri.

Dalam hidup itu seharusnya kurangi egois, lebih peduli pada orang lain, maka dunia kita akan penuh dengan cahaya dan pesona.

Hal yang perlu kita lakukan adalah:

1. Berterima kasih pada orang yang memberi anda kesempatan.

2. Berterima kasih pada orang yang memberimu kearifan.

3. Berterima kasih pada orang-orang yang menemanimu sepanjang jalan.

Ada beberapa hal yang bisa kita pahami seumur hidup, dan beberapa hal yang perlu seumur hidup kita untuk memahaminya.

Selalu dan teruslah berbuat baik, sekecil apa pun itu, pasti akan semakin dekat dengan kebahagiaan.

Selama niat kita baik dan selalu melakukan hal-hal yang baik, bekerja dengan tekun dan tidak berulah, pasti akan ada balasan yang positif, percayalah!

Semoga Tuhan selalu beserta kita.

SETIAP ORANG PUNYA CERITA


Hidup selalu terbungkus oleh banyak lapisan. Kita hanya melihat lapisan luar dan tidak tahu isi dalamnya...

Kita hanya melihat, wah.... pengusaha itu hebat, rumahnya besar, mobilnya mewah, hidupnya bahagia sekali... 
... Padahal dia lagi stress dan hidupnya penuh hutang, kerja keras hanya buat bayar bunga pinjaman, semua asetnya sudah jadi milik bank...

Huaaa... pasangan anggun yang hadir di acara reuni itu begitu serasi dan mempesona, mereka pasti hidup harmonis dan bahagia...
Padahal hidup mereka penuh dgn kebencian, saling menuduh, menghianati dan menyakiti, bahkan sudah dalam proses perceraian dan bagi harta...

Lihat pemuda itu, lulusan Harvard dengan nilai cumlaude, pasti mudah dapat kerja, gaji besar, hidupnya pasti bahagia...
Padahal dia kena PHK sudah 10x, jadi korban fitnah di lingkungan kerjanya. Sudah 2 bulan belum dapat job baru...

Woww... Ibu muda itu, selalu ke pub clubbing dan diskotik, dia punya banyak waktu, gak perlu pusingin kerjaan rumah, hidupnya enjoy banget, dia pasti bahagia....


Padahal batinnya hampa dan kesepian, jiwanya merintih. suaminya tak pernah menghargai dan mengasihinya...
 
Lihat tetangga kita anaknya sudah besar-besar semua, bapak ibunya sudah boleh santai dan tenang, mereka pasti bahagia, namun kenyataannya orang tua mereka tak pernah bisa tidur nyenyak, anak-anaknya tak berbakti, suka judi dan narkoba.
 
Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar dan tidak tahu realita yang di dalam.
 
Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya cerita duka. Begitulah hakekat hidup.
 
Janganlah menggosip tentang masalah orang, sebenarnya siapapun tidak mau mengalami masalah tapi manusia tak luput dari masalah.
 
Jangan mengeluh karena masalah. Hayatilah makna dibalik semua masalah maka semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna!
 
Jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain, karena orang lain belum tentu lebih bahagia dari kita......
 
SEBUAH MASAKAN, menjadi SEDAP, karena DIMASUKKAN bumbu-bumbu yang "dipilih" oleh KOKI yang memasaknya.
 
Begitupun, SEBUAH KEHIDUPAN, menjadi INDAH karena MASUKNYA ORANG-ORANG yang Tuhan "ijinkan" dalam kehidupan seseorang.
 
Ada yang MASUK seperti KUNYIT, walau penampilannya jelek, tapi sanggup memberi "WARNA INDAH" yang sulit dilupakan.
 
Ada yang MASUK seperti BAWANG MERAH yang semakin lama bersamanya, semakin banyak "AIR MATA" yang tertumpah.
 
Ada yang MASUK, seperti LADA walau nampak kecil halus, tapi memberi "KEHANGATAN”.
 
Ada juga yang MASUK, seperti CABAI, yang "menipu" dengan warnanya yang menarik tapi membuat "KERINGAT" bercucuran DAN PEDIH.
 
Ada yang keras dan harus digilas, ada yang lembut dan cukup ditaburkan. Ada yang hadir hanya sebagai pengharum dan ada juga yang hadir untuk menentukan rasa. 
 
JAGALAH dan JANGAN SIA-SIAKAN..
Mereka yang MASUK memberi KEBAIKAN dalam hidupmu ..!
 
SYUKURILAH dan JANGANLAH MEMBENCI..
mereka yang MASUK "menyakiti" hidupmu, karena, merekapun juga "berperan" MENYEDAPKAN pribadimu.!
 
SEMUANYA ITU, Tuhan ijinkan "MASUK", untuk MERUBAH, segala yang "tidak baik" yang ada dalam pribadimu, Untuk MENJADI lebih BAIK..! Tuhan mengolahmu dan membentukmu untuk jadi sajian yang sedap bagi semua orang. Namun kehadiran dirimu juga turut menjadi penyedap bagi hidup orang lain.
 
Selamat menikmati aneka menu hidupmu.  Jalani hidup bersama orang lain bagaimanapun mereka dan mengolah hidupmu menjadi sajian yang menyenangkan.
 
Semangat Pagi Sahabatku ....

Thursday, January 27, 2011

ORANG BODOH DAN ORANG PINTAR

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis...
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. 
Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar. 
Walhasil orang orang pintar menjadi staf-nya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja tapi orang-orang pintar DEMO. 
Walhasil orang-orang pintar 'meratap-ratap' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, 
sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill Gates (Microsoft), Dell, Henry (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN :
Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??

KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah 'resiko' dan 'berusaha', 

karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.

Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk
selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh...

Diamanakah posisi anda saat ini...
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang...

Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.
Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya,
Lalu perhatikan apa yang terjadi... 
  
(Mario Teguh - Motivator) 

Wednesday, May 19, 2010

Menunda Kesenangan

Oleh: Anthony Dio Martin.


Bagaimana cara sederhana untuk mengetahui potensi kesuksesan seseorang? Salah satu cara terbaik untuk mengetahui hal ini adalah dengan menguji kemampuan orang tersebut dalam menunda kesenangan (delay gratification).

Mungkin Anda pernah mendengar eksperimen Marshmallow yang terkenal pada 1960-an, dilakukan oleh seorang psikolog terkenal dari Yale University, Walter Mischel. Caranya dengan menaruh beberapa anak di dalam ruangan eksperimen.

Saat itu, berkotak-kotak marshmallow (sejenis permen) ditaruh di depan mereka. Anak ini dijanjikan akan diberikan marsmallow yang lebih banyak kalau mereka bisa menahan dirinya. Setelah itu, anak tersebut pun ditinggal. Lantas, tanpa sepetahuan mereka, mereka pun mulai diawasi. Ternyata, ada beberapa anak yang tidak sanggup menahan diri untuk langsung memakan masrhmallow di depan mereka. Ada pula beberapa anak yang sanggup untuk menahan dirinya. Akhirnya, anak yang bisa menahan diripun mendapatkan marsmallow yang lebih banyak.

Namun, penelitian tersebut tidak hanya berakhir di situ. Anak-anak yang ikut dalam eksperimen ini pun kemudian terus diikuti perkembangan mereka hingga 14 tahun kemudian. Ternyata, ketika memasuki usia dewasa, terdapat perbedaan besar di antara mereka dalam hal studi dan karier mereka. Anak-anak yang sanggup menahan diri mereka, ternyata lebih berhasil dalam studi mereka, dibandingkan dengan anak yang tidak sanggup menahan diri mereka. Bahkan, anak-anak yang sanggup menunda kesenangannya, skor nilai tes SAT (sejenis ujian tertulis) mereka lebih tinggi sekitar 210 poin. Bukan hanya itu saja. Anak yang mampu menunda kesenangan ini pun, menunjukkan sifat-sifat yang lebih positif, misalkan lebih optimistis, lebih kompetens, lebih tidak mudah merasa iri hati, serta lebih mandiri. Kemampuan ini pun akhirnya sebenarnya bukan hanya bersifat mental, melainkan juga dapat dikaitkan dengan upaya kita untuk mengelola keuangan dan cara kita menjadi orang yang sukses secara finansial.

Pelajaran Marsmallow Test
Dengan mengacu kepada eksperimen Marsmallow, sebenarnya ada beberapa pelajaran penting terkait dengan manajemen keuangan yang efektif yang bisa kita petik. Minimal ada enam pelajaran penting yang bisa kita dapatkan. Bahkan, seorang penasihat keuangan keluarga, Jan Smith pun pernah mengaitkan marsmallow test dengan keberhasilan keluarga dalam mengelola keuangannya.

Pertama, pelajaran "Jangan habiskan sekarang. Tabunglah untuk besok". Dalam marsmallow test tersebut, anak-anak yang bisa mengendalikan dan menahan dirinya, akhirnya bisa menikmati marsmallow yang lebih banyak setelah mereka sanggup menahan dirinya. Pengalaman ini akhirnya membawa kita kepada nasihat yang sering kali kita terima pada masa kecil kita. "Ayo menabung untuk nanti. Jangan habiskan sekarang!". Hal ini menunjuk-kan kepada kita kenyataan banyaknya pekerja yang setelah bekerja sekian lama, masih tetap miskin dan tidak mampu memiliki apa pun dalam hidupnya dikarenakan semua uang yang mereka dapatkan, langsung habis dibelanjakan. Mereka ini akhirnya mirip seperti anak-anak yang tidak sanggup menahan diri untuk makan permennya sekarang, tetapi kelak kemudian, mereka tidak bisa lagi menikmati permen yang lebih banyak karena sudah dihabiskan.

Kedua, pelajaran "Hindarilah permennya, kalau kamu tidak ingin tergoda". Begitu pula, dalam manajemen keuangan. Ketika memang kita tidak punya uang dan tidak bisa membelanjakan banyak hal, sebaiknya kita menghindari diri dari tempat-tempat yang menggoda kita untuk mengeluarkan uang kita. Sama seperti halnya anak-anak tersebut mungkin tidak akan tergoda kalau tidak ada permen marsmallow di depan mereka, begitu pula dalam manajemen keuangan kita. Intinya, kalau memang sedang tidak mempunyai uang dan dana sedang terbatas, menjauhlah dari tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan ataupun toko-toko kesayangan Anda yang bisa membujuk Anda untuk mengeluarkan uang yang tidak Anda duga.

Ketiga, pelajaran "Tundalah dan nikmati kebahagiaan yang lebih besar". Dalam eksperimen Marsmallow tersebut, beberapa anak bahkan hanya berani menggigit-gigit mejanya, dan menahan dirinya sampai jam eksperimennya selesai. Mereka membayangkan bisa menikmati marsmallow yang lebik banyak sambil berusaha menahan dirinya. Demikian pula, dalam manajemen keuangan kita. Pernahkah kita akhirnya memakan sesuatu yang masih panas karena tidak sanggup menahan godaan untuk menikmati makanan itu. Akhirnya bukan saja kita tidak menikmati makanan tersebut, tetapi lidah dan mulut kita pun jadi terbakar gara-gara ketidakmampuan kita untuk menahan diri. Dengan pelajaran ini, kita pun belajar bahwa dengan belajar kesanggupan menahan diri untuk tidak buru-buru mendapatkan apa yang kita inginkan, maka kita tidak akan 'terbakar' gara-gara kartu kredit ataupun utang yang menunggu dilunasi. Bahkan, salah seorang teman saya melaporkan bahwa dia begitu menginginkan jenis HP tertentu tetapi harganya terlalu mahal baginya. Akhirnya, dia pun berusaha menunda. Justru, dengan beberapa bulan menunda, menyebabkan harga ponsel akhirnya jatuh drastis yang akhirnya memungkinkan dia membelinya dengan harga yang relatif lebih murah.

Keempat, pelajaran "Janganlah tergoda hanya karena yang lain tergoda". Dalam eksperimen marsmallow ini, ada beberapa anak yang mungkin saja akan bisa bertahan kalau saja dia tidak terpengaruh oleh anak-anak yang langsung mengambil marsmallow tersebut. Begitu pula dalam manajemen keuangan kita. Terkadang, sebenarnya kita sudah mampu mengendalikan dan mengelola diri dengan baik. Namun, justru godaan datang dan muncul dari teman-teman yang menggunakan, mengenakan ataupun memamerkan produk ataupun barang-barang tertentu yang dipakainya. Akibatnya, kita pun jadi tergoda membelinya pula. Dalam hal ini, sebaiknya kita mengenali kemampuan keuangan kita dan tidak tergoda oleh ucapan maupun nasihat teman-teman kita yang mengajak kita untuk membeli merek ataupun barang tertentu, khususnya jika keuangan kita tidak memungkinkan apalagi kita sebenarnya tidak membutuhkannya. Belajar untuk katakan, "Tidak" pada diri Anda sendiri dan teman Anda.

Kelima, pelajaran "Tahan diri sekarang untuk mendapatkan barang yang lebih baik". Anak-anak yang di dalam eksperimen berusaha menahan diri, karena memikirkan akan mendapatkan marsmallow yang lebih baik. Pada akhir eksperimen, mereka betul-betul mendapatkan marsmallow yang lebih banyak. Begitu pula, biasakan berpikir bahwa jika kita bisa menunda untuk membeli produk ataupun kebutuhan yang ada saat ini dengan bentuk dan kualitas yang pas-pasan saja, tetapi bila kita sanggup menundanya, maka kita berpeluang mendapatkan yang kualitasnya lebih baik. Dalam hal ini, seorang peserta seminar saya mengatakan awalnya ia menginginkan membeli rumah tipe yang sangat kecil. Namun, akhirnya, ia menahan diri dan menabung lebih banyak lagi sehingga dapat membeli rumah yang ukurannya lebih sesuai dengan harapannya.

Keenam, pelajaran "Jangan berpikir kesempatan itu tidak pernah muncul lagi". Banyak orang tergoda membeli barang dan berbelanja karena berpikir kesempatan itu tidak akan datang lagi ataupun berpikir, "Iya kalau betul-betul ada kesempatan menikmati marsmallow yang lebih banyak. Kalau tidak?" Akhirnya, dengan alasan tersebut mereka membelanjakan uangnya. Paling-paling, ketika kita tak mendapatkan kesempatan membeli produk diskon besar-besaran yang ditawarkan, kita hanya akan rugi perasaan. Namun, kerugian tersebut akan semakin besar dan penting pada masa depan, kita amat membutuhkan uang dan ternyata kita tidak memiliki uang tersebut sehingga terpaksa meminjam ataupun menggunakan kartu kredit. Percayalah, kesempatan diskon dan peluang belanja akan selalu muncul lagi, meskipun dalam bentuk yang berbeda. Namun, jangan sampai kita tidak mempunyai uang sama sekali, saat kita betul-betul membutuhkannya oleh karena kita telah membelanjakannya untuk hal-hal yang 'genting tapi tidak penting'. Semoga tulisan ini membuat kita bukan hanya cerdas secara emosional, tetapi juga cerdas finansial.


Wednesday, May 5, 2010

Memandang Sudut Pandang

Om Swastyastu

Saudara-saudaraku terkasih, berikut ada posting menarik, saya ambil dari facebook:
(http://www.facebook.com/reqs.php#!/notes.php?subj=100000869764112)

Matahari semakin tenggelam di ujung barat. Langit menjadi kemerah-merahan. Dua lelaki masih duduk bersila asyik dengan ceritanya.

“Pemandangannya semakin luar biasa guru. Sore ini tidak ada kabut menghalangi mata, sehingga kita bisa bebas melihat pemandangan gunung yang kuning kemerah-merahan disapu lembut sinar matahari terbenam.” kata Pawana.
“Hmm.. Menurut kamu, setelah kabut tidak ada, apakah yang menghalangi mata kita untuk melihat pemandangan sore ini?” tanya Sang Guru pada Pawana. 
“Pohon-pohon yang tumbuh didepan mata kita. “ kata Pawana. 
“Nah..Jika pohon-pohon itu hilang?” tanya sang guru lagi. 
“Pohon-pohon yang tumbuh di gunung itu” jawab Pawana. 
“Bagamana jika pohon-pohon yang tumbuh di gunung itu juga hilang?” tanya sang guru kembali. 
“Saya tidak tahu harus menjawabnya bagaimana, karena sudah tidak ada yang layak saya lihat sebagai pemandangan.” kata Pawana. 
“Mengapa?” tanya sang guru. 
“Jika gunung tanpa pohon, tampaklah sebuah bongkahan batu gersang dan kering, tanah terjal yang mengerikan jika longsor, saya tidak suka memandang hal seperti itu.” jawab Pawana dengan lugu.

Pawana balik bertanya pada gurunya, “Menurut guru, jika semua penghalang mata sudah tidak ada, termasuk tumbuhan yang menutupi gunung, apakah yang menjadi penghalang mata kita untuk melihat pemandangan?” 
Sambil mengelus-elus jenggotnya sang guru menjawab, “Gunung itu sendiri.. he..he..he.” 

Pawana kebingungan mendengar jawaban gurunya. Apalagi sambil tertawa terkekeh-kekeh seperti mengejek. Ia hanya ngedumel dalam hatinya, gurunya sedang sinting kerasupan siluman dedemit hutan gunung. “Biasanya dedemit suka keluar menjelang "sandikala" seperti ini, pastilah guru sedang tidak sadar." katanya dalam hati.

“Guru.. Jika gunung itu bisa dianggap sebagai penghalang mata kita melihat pemandangan, lalu pemandangan apa yang kita cari di balik gunung itu? Sangatlah sia-sia kita duduk di sini. Sebaiknya kita duduk di balik gunung itu saja, sehingga tidak menemui penghalang lagi.” kata Pawana dengan penasaran.

“Pawana.. Semua yang kamu anggap penghalang mata untuk melihat keindahan pemandangan adalah kekuatan dan vitamin keindahan itu sendiri. Menghilangkan semua yang kamu anggap sebagai penghalang mata untuk keindahan yang memuaskan diri sebenarnya dirimu sudah terjebak dalam ketidaksadaran. Jika kamu orang yang "sakti mandra guna" mungkin semuanya tersebut akan kamu korbankan untuk disingkirkan. Setelah gunung, maka bumipun akan kamu singkirkan, kemudian planet-planet, bintang, bahkan bila perlu matahari, bahkan mahluk lainnya dan sesamamu. Tetapi kamu tidak akan pernah menemukannya. Akhirnya kamu hanya akan bertemu dengan dirimu sendiri. Tibalah dirimu pada diri sendiri sebagai penghalang pemandangan yang sesungguhnya yaitu pikiran dan hatimu sendiri. Ternyata keindahan pemandangan yang kamu lihat adalah sudut pandang kamu sendiri yang lahir dari pikiran dan hatimu. Keindahan tidak terasa indah jika pikiran dan hatimu tidak tenang. Kedamaian tidak terasa damai karena hati dan pikiranmu bergolak, begitu pula cinta dan kasih karena hatimu penuh dengan lapisan kebencian. Ambisi karena keserakahan, membuat dirimu tidak memandang sesuatu dari sudut sederhana. Pemandangan dalam diri yang sesungguhnya sangatlah bening. Tetapi karena dilapisi "kotoran berdebu" yang pekat, mempengaruhi sudut pandangmu. Bahkan sangatlah sulit melihat diri sendiri jika debu-debu melapisi cermin cukup tebal.”

Pawana terdiam untuk menangkap makna kata-kata Gurunya. Dalam hatinya, ternyata gurunya tidak sinting. Kemudian ia bertanya, “Apa yang membuat pikiran dan hati bisa melihat tanpa penghalang?” Sang guru mulai menatap wajah Pawana. “Kesadaran yang mampu melahirkan pikiran harmonis. Kesadaran yang mampu melahirkan kebijaksanaan. Semua itu memerlukan latihan. Hidup ini penuh dengan cobaan dan latihan. Diperlukan ketenangan seperti mengupas lapisan kulit bawang agar jangan intinya rusak. Sangatlah sia-sia singkirkan kabut, pohon-pohon dan gunung, jika ingin melihat keindahan. Tetapi singkirkan, kabut-kabut, pohon-pohon, dan gunung penghalang dalam pikiran dan hatimu, dengan cara itu kamu akan melihat kabut, pohon dan gunung sebagai keindahan. Kamu akan melihat hal-hal yang sedehana pada sekitarmu sebagai keindahan. Tanah yang terasa di telapak kakimu, air yang engkau minum, sapaan ibumu, dan masih banyak lagi menjadi indah adanya. Mengapa? karena hatimu sedang bersinar cahaya kesadaran ”

Sang Guru kembali berkata, "Pawana..Sebelum kamu mengkambing hitamkan yang di luar dirimu, alangkah baiknya kamu mencari di dalam dirimu. Jika kamu ingin merasakan keindahan, maka ubahlah suasana hatimu".

Om Shanti Shanti Shanti Om
 

sebuah e-mail dari: I Made Sugi Ardana

Thursday, April 29, 2010

AJARKAN KAMI BERDOA

Salam Kasih

Suatu malam seorang pria  yang sudah kelelahan dan hendak tidur teringat kalau dirinya belum berdoa. Ia segera bangun dan berdoa, “ Tuhan saya lelah, tetapi saya ingin berdoa secara benar, ingin tahu aturan-aturannya. Saya mohon Tuhan, ajari saya bagaimana seharusnya berdoa???



Apakah saya menundukkan kepala, berlutut ataukah saya berdiri? Apakah saya harus memejamkan mata, mengangkat tangan atau haruskah saya mengatupkan jari-jari tangan saya rapat-rapat? Atau bolehkah saya berdoa sambil duduk? Cara mana yang Kausukai? Selama berdoa, lampunya harus menyala atau padam? Atau haruskah saya menyalakan lilin?



Bolehkah  saya pakai kaca mata? Atau apakah kaca mata saya harus dilepas? Selama berdoa, apakah saya harus duduk di kursi, di meja atau di lantai?  Haruskah saya berbisik atau malah harus berbicara dengan suara keras?  Bagaimana soal waktunya? Apakah Engkau menyukai waktu fajar?  Haruskah saya berdoa cepat atau malah harus lambat?  Apakah lebih  berdoa secara singkat atau panjang?



Tuhan, apakah Engkau mendengarkan saya saat ini?”



Setelah itu dia terdiam dalam keheningan namun antara sadar dan tidak dia mendengar suara halus berkata…..



“Oh , anak-Ku tersayang, apakah engkau pikir Aku menuntutmu soal waktu untuk berdoa, atau kamu harus mengucapkan doamu sambil berdiri atau  sambil berlutut? Ketahuilah! Aku tidak peduli bagaimana cara atau sikap tubuhmu saat berdoa atau tempat berdoa yang engkau pilih.



Jika ingin menghormati Aku sambil berlutut…..itu baik, tetapi yang terpenting bukalah hatimu, bukalah jiwamu kepada-Ku. Aku tidak punya aturan-aturan lain….. ! Katakan apa yang ada di dalam hatimu, ceritakan apa yang kamu cari, kemukakan kesedihanmu dan semua hal yang membuatmu lemah dan tidak berdaya. Bicaralah kepada-Ku secara pribadi apa yang menjadi hal terpenting bagimu. …..!



Aku tahu perbuatan-perbuatan baikmu, jadi tidak perlu menyombongkan diri. Anak-Ku…., kamu tidak perlu pelajaran khusus….! Biacara saja kepada-Ku tiap hari.  Ceritakan apa saja yang kamu inginkan.



Anak-Ku sayang……, setiap orang mampu berdoa.



Tuhan…..Terima Kasih atas Pelajaran-Mu Hari ini. Semoga Aku Dapat Memuja-Mu Dalam Setiap  Nama, Rupa, dan Warna-Mu. Dimana & Kapanpun……..





Serve by: Shri Danu D.P

(disarikan dari: ketika burung berhenti berdoa)

"Silence can be Good & Bad"
=======

Thursday, April 15, 2010

Break The Limit…!!!

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan memberikan training di Bandung. Karena acara dimulai jam 13.00 maka saya berangkat dari Jakarta pukul 9.30. Ketika mulai memasuki tol ke arah Sadang, di belakang saya ada sebuah mobil Lexus berwarna hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi. Tetapi yang saya suka walaupun ia melaju dengan kecepatan tinggi, ia tidak memaksakan kehendak. Jika mobil di depannya tidak mau memberi jalan, maka ia yang mengalah dengan mengambil jalan ke kiri dahulu baru kemudian balik lagi ke jalur kanan.

Supaya tidak ngantuk karena saya menyetir sendirian dan tertarik dengan cara menyetir si mobil hitam ini, iseng-iseng saya membuntuti mobil tersebut dari belakang. Saya ikuti cara ia menyetir, termasuk kecepatannya. Ketika tidak ada mobil lain di tol, kecuali mobil tersebut dan mobil saya, mobil hitam tersebut menambah kecepatannya. Karena sedang membututi, tanpa sadar saya ikut menambah kecepatan mobil saya.

Ketika saya melihat panel kecepatan, menunjukkan angka 160 km/jam. Padahal selama ini, kecepatan tercepat yang pernah saya tempuh adalah 140 km/jam, saya tidak berani melaju diatas itu. Tapi dengan adanya mobil yang saya ikuti, saya bisa tembus rekor kecepatan mobil saya. Sesuatu yang sulit saya lakukan jika tidak ada sparringnya.

Karena saya berhenti di suatu tempat, saya kehilangan mobil hitam tersebut. Ketika saya mulai memacu kendaraan lagi, saya coba untuk berlari 160 km/jam lagi. Saya berhasil mencapai kecepatan tersebut tetapi tidak berani terlalu lama karena belum terbiasa. Ketika kemudian ada mobil lain lagi yang melaju dengan kecepatan tinggi dan saya buntuti, saya bisa masuk lagi ke 160 km/jam dengan durasi yang cukup lama.

Sama seperti kehidupan ini, seringkali kita merasa sudah maksimal melakukan sesuatu. Kita merasa tidak mungkin lagi melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Namun kalau kita mempunyai sparring partner yang lebih hebat dari kita, entah itu seorang atasan, seorang coach, seorang mentor, role model atau apapun, maka kita bisa terpacu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Namun jika kita belum matang belajar dari sparring partner kita dan mencoba untuk mandiri, mungkin agak sulit bagi kita untuk terus berada di kondisi sama seperti ketika ada sparring partner. Nantinya jika kita sudah mempunyai pola dan terbiasa, barulah kita mulai bisa mandiri.

Robert Kiyosaki mengatakan bahwa penghasilan seseorang ditentukan 5 orang terdekatnya. Ilustrasi saya mengenai kecepatan mobil bisa menjelaskan pernyataan dari Robert Kiyosaki tersebut. Jika orang-orang di dekat kita hanya biasa-biasa saja, maka sulit bagi kita untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Namun kalau kita biasa tetapi di sekelilingnya luar biasa, maka kita akan terpacu untuk juga menjadi luar biasa.

Apakah ada penjelasannya secara Science? Ternyata ada. Di dalam otak manusia ada sekumpulan sel syaraf yang disebut Mirror Neuron, yang bertugas meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Jika di sekelilingnya orang hebat atau luar biasa, maka Mirror Neuron kita akan meniru mereka sehingga menjadikan kita juga hebat dan luar biasa. Kalau sebaliknya, maka Mirror Neuron-pun juga akan meniru yang sebaliknya.

- Siapa mobil hitam yang akan anda ikuti agar bisa menembus kecepatan anda selama ini?
- Siapa orang hebat dan luar biasa yang akan anda ikuti agar bisa menembus batas yang selama ini membatasi hidup anda?

Temukan orang tersebut, ikuti dan pelajari bagaimana ia memandang dirinya, bagaimana keyakinan dan nilai-nilai kehidupan yang ia pegang, bagaimana ia membangun kapabilitasnya, bagaimana tingkah lakunya, maka anda akan mendobrak batas yang selama ini membatasi hidup anda!

Step Up, Live Life to the Max and Make Your Dreams Come True!

"Though you cannot go back and make a brand new start, my friend. Anyone can start from now and make a brand new end."

( Dr. John C. Maxwell)

--Source: dari sebuah e-mail--

Sunday, November 29, 2009

3x8=23

Yan Hui adalah murid kesayangan Confucius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumuni banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak: “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?”

Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “Sobat, 3×8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi.”

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan.”

Yan Hui: “Baik, jika Confucius bilang kamu salah, bagaimana?”

Pembeli kain: “Kalau Confucius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?”

Yan Hui: “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.”

Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confucius. Setelah Confucius tahu duduk persoalannya, Confucius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: “3×8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Berikan jabatanmu kepada dia.”

Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confucius berkata dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.

Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confucius tapi hatinya tidak sependapat.

Dia merasa Confucius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confucius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasihat : “Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.”

Yan Hui menjawab, “Baiklah,” lalu berangkat pulang.

Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba-tiba ingat nasihat Confucius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu.
Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasihat gurunya yang pertama sudah terbukti. Apakah saya akan membunuh orang?

Yan Hui tiba di rumahnya saat malam sudah larut dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai di depan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasihat Confucius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confucius, berlutut dan berkata: “Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?”

Confucius berkata: “Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh”.

Yan Hui berkata: “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.”

Jawab Confucius : “Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3×8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3×8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?”

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : “Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar-benar malu.”

Sejak itu, kemanapun Confucius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.


Cerita ini mengingatkan kita:
Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya. Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting. Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal saat sudah terlambat.

Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.


Sunday, November 22, 2009

Bersahabat dengan Diri Sendiri

Oleh: Made Sudarma


SETIAP manusia yang normal pada umumnya pasti menginginkan mendapatkan kepuasan dalam hidupnya di dunia ini. Cuma kepuasan yang lebih banyak didorong oleh gejolak nafsu keinginan tidak akan pernah mampu mewujudkan kepuasan itu dalam hidupnya. Bahkan, Mahatma Gandhi menyatakan keinginan tanpa dikendalikan oleh kesadaran budhi dapat menimbulkan dosa sosial. Karena itu, Wrehaspati Tattwa 32 menyatakan hendaknya manusia membatasi diri untuk mencari kepuasan hidup.

Kepuasan itu ada dua yaitu kepuasan jasmaniah disebut Wahya Tusti dan kepuasan hidup rohaniah disebut Adyatmika Tusti. Kepuasan jasmaniah itu ada lima dan salah satu dari lima kepuasan itu ada disebut sangga. Sangga adalah memperoleh kepuasan karena mendapatkan kasih sayang lingkungan. Hubungan kasih itu didapat baik dalam kehidupan bersama dalam keluarga, di tempat bekerja, dan juga dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih luas dari keluarga dan tempat bekerja itu. Pada zaman Kali ini mendapatkan hubungan kasih sayang yang terhormat penuh sahabat tidaklah semudah teorinya. Apalagi ada ahli meditasi menyatakan bahwa zaman Kali ini sebagian terbesar atmosfir rohani ditutupi oleh vibrasi buruk yang dipancarkan oleh sifat-sifat Adharma.

Dalam Manawa Dharmasastra 1.81-82 dinyatakan pada zaman Kali Dharma hanya berkaki satu, sedangkan Adharma berkaki tiga.

Karena itu, menyuarakan kebenaran dan keadilan pada zaman Kali ini tidaklah mudah. Kalau berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan kuatkanlah memegang prinsip-prinsip hidup yang benar itu. Jangan mudah tergoyah hanya ingin mendapatkan kepuasan sosiologis yang disebut sangga itu.

Kalau ingin memperjuangkan kebenaran pada zaman Kali ini harus siap-siap untuk kehilangan hubungan sosiologis berupa kasih sayang lingkungan yang disebut sangga itu. Siapkan diri untuk membangun kehidupan yang mampu bersahabat dengan diri kita sendiri. Jangan terlalu berharap untuk mendapatkan kepuasan sosiologis yang disebut sangga itu dari pihak lain.

Membangun kehidupan yang bersahabat dengan diri sendiri dapat dilakukan dengan membangun rasa dekat dengan tiga hal. Rasa dekat dengan tiga hal itu adalah Dewa Abhimana, Dharma Abhimana dan Desa Abhimana. Tiga rasa dekat itulah yang wajib kita bangun sehingga kita tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang. Kita pun tidak akan merasa jauh dengan siapa pun. Sangga atau kepuasan hubungan sosial pun tetap kita akan rasakan.

Dewa Abhimana artinya kita selalu merasa dekat dengan Tuhan karena selalu melakukan sradha dan bhakti kepada Tuhan. Demikian pula dengan Dharma Abhimana adanya rasa dekat dengan kebenaran. Kalau kita melindungi Dharma yakinlah Dharma pasti melindungi kita. Katakanlah yang benar itu benar dan yang salah itu salah dengan penuh keyakinan bahwa kebenaran itu akhirnya pasti tegak dan unggul.

Selanjutnya Desa Abhimana adalah adanya rasa dekat dengan tanah kelahiran melalui pengabdian pada tanah tumpah darah. Adanya rasa dekat pada tanah kelahiran itu melalui pengabdian yang tulus tanpa ada keinginan untuk disanjung-sanjung dan pamrih-pamrih lainnya. Dengan membangun ikatan kasih sayang pada Tuhan, kebenaran (Dharma) dan tanah kelahiran itu kita cukup mendapat rasa bersahabat. Itulah sesungguhnya wujud bersahabat dengan diri sendiri. Ini artinya bukanlah menolak adanya kasih sayang di luar tiga hal itu.

Membangun persahabatan dengan diri sendiri akan dapat membangun sikap hidup yang setara dan merdeka dalam membangun suatu persahabatan dengan siapa saja. Apakah mereka itu penguasa, orang kaya, punya pengaruh, bangsawan dsb. hal itu tidak menjadi perhitungan kita dalam membangun suatu persahabatan. Kesetaraan dan kemerdekaan dalam persaudaraan akan terjadi apabila kita tidak meletakkan persahabatan itu sebagai suatu persahabatan yang penuh dengan pamrih.

Bagi mereka yang mampu membangun persahabatan dengan dirinya sendiri tidak takut berseberangan dengan siapa saja asal untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Berseberangan itu bukan karena bermusuhan tetapi untuk tegaknya Dharma. Kritik atau kontrol sosial dilakukan didasarkan pada kasih dan itu wujud bersahabat juga.

Sunday, November 15, 2009

4 Skenario

Skenario 1

Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.

Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.

Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.

Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.

Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.

"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.



Skenario 2

Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.

Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.

Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.

Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.

Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata, "Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.

Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).

Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.



Skenario 3

Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta.

Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.

Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.

"Halo, selamat siang, Pak.

Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.

Orang yang menemukan handphone kita berkata, "Oh, ini handphone bapak ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya."

Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut.

Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.

Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan sepertinya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?

Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.

Skenario 4

Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.

Sampai akhirnya kita tiba di rumah.

Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :

"Bapak / Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. "

SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.

Kita sudah putus asa.

Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.

Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.

Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.

Bagaimana kira-kira perasaan kita?

Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.

Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.

Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?

Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).



Moral

Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?

Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.

Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.

Kita berikan dia ucapan terima kasih.

Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.

Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.

Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.

Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.

Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.

Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.

Ada sebuah hal yang aneh di sini.

Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?

Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?

Dia adalah orang pada skenario pertama.

Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.



Manakah orang yang paling tidak baik?

Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.

Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?

Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.

OK, kenapa bisa begitu?

Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.

Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.

Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.

Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.

Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.

Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.

Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.

Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?

Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.

Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.

Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.

Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.

Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?

Sebaiknya tidak.


Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.

Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.

Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.

Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.

Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.

Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.